Meniti tasbih dalam malam kelam
Menitikan air mata pualam
Membisikkan suara timbul tenggelam
Meski hanya ditemani ruangan merah padam
Berfikir tentang diri sendiri
Apa pula ia bisa hidup
Hanya dengan bekal seadanya
Tanpa persiapan matang
Lambat laun sorban putih
Yang melekat di lehernya lembab
Saking derasnya air mata
Jebol seketika dalam lamunan masa lalunya
Meski kini hidupnya telah berubah
Namun tetap membekas
Apa yang telah menghantarkannya
Pada dunia maya penuh tabir surya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar