Bandung,
5 Juli 2008
2 Rajab 1429
Satu jiwa kini
Berada di bui
Ia sendiri
Tak sanggup melepaskan
Diri
Mengapa begini
Apa senarnya yang terjadi
Tak sanggup ku menerima
Ini
Tengadah ia
Mengharap sesuatu
Yang tak mungkin ia dapat
Bagai sang pungguk
Merindukan sang rembulan
Satu masa
Ia temukan jawabnya
Masa bodoh dengannya
Yang sekarat dalam batinnya
Tak ada jalan lain
Baginya
Kecuali
nyawa taruhannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar