Wajahnya begitu ramah
Tanpa beban
Tahukah kawan
Ia murah senyum
Tak sehelai pun
Garis kegelapan
Terhampar di wajahnya
Berseri-seri
Aku berada di sampingnya
Menyaksikan keagungan
Sebuah hati sunyi
Tenteram
Begitu ringan
Luar biasa
Matanya begitu menawan
Meski telah sedikit
Cahaya tampak di dalamnya
Kata-katanya lembut
Selembut sutera
Berbobot penuh makna
Pundaknya itu
Kau tahu
Pundaknya menandakan
Ia telah banyak
Makan garam
Telah mengerti serta mengenal
Hitam dan putih kehidupan
Babakan,
07 Januari 2009
10
Muharam 1430
Tidak ada komentar:
Posting Komentar