Sepi memasak hatiku dalam-dalam
Terkoyak hatiku oleh pisaumu nan tajam
Teriris mataku melihat kelakuanmu
Berada di sisi lain
Temanku beri nasehat
Memanasi dengan kata pedih
Buat keningku berkenyut
Lama tak jumpa dengannya
Ku Tanya pada sahabatnya
Tubuhnya terbelah dua
Ku berusaha simpan rasa hati
Bertemu dengan orang yang ia cinta
Bersua dengan dirinya
Ia bertanya kemana
Dirimu ku ucapkan sebenarnya
Tak heran kau bbegitu mencintainya
Ia sungguh memenuhi
Kriteria hatimu
Majalengka
18
Oktober 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar