di atas pundak ini tertanggung
sebuah massa yang renggang
semua tingkah dan kelakuan
seakan diawali olehnya
tak segerak pun lepas dari matanya
tak sebaris kata pun lepas dari telinganya
hidup serasa dikekakang
terpenjara oleh seseorang
hidup serasa ditekan
segala tingkahku sendiri
kemerdekaan serasa terampas
kebebasan serasa dilibas
keberadaan serasa jadi ampas
mana ku tahu ia begitu
dalam hati tabik tak merasa
seperti begini
buah yang baru kutemukan
direnggut oleh teman sepermainan
dimamahnya pelan-pelan
cirebon
17 pebruari 2008
10
shafar 1429
Tidak ada komentar:
Posting Komentar