Cirebon,
17 November 2008
17 Syawal 1429
Setiap nafas dalam dada ini
Terasa sesak
Namun jika ku dengar namamu
Rasanya udara ini tiba-tiba
Terada menyejukan
Menyegarkan
Perasaan itu terus berkesinambungan
Otak yang tertanam dalam kepalaku ini
Terasa hampa
Namun jika kulihat
Keteduhan wajahmu
Keteduhan itu seakan
Memberi kehidupan bagi
Para sel yang membeku
Peristiwa itu senantiasa berurutan
Tolong
Tetaplah seperti itu
Jangan biarkan luka yang dulu
Terbuka
kembali olehmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar