Menangisi
Surau kecil di bui
Rapuh tanpa santri
Melepuh diguyur air mata diri
Santri kini dapat dihitung jari
Ustad pun hanya berdiri
Dulu riwayatmu
Begiti satu padu
Tak ada yang runtuh
Semua tumbuh bertiang kukuh
Santri hanya dapat dilihat
Ustad hanya dapat berlipat
Sayang seribu sayang
Keadaan dulu
Tak bisa dihidupi
Keadaan zaman bermimpi
Majalengka
18
Mei 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar