Kamis, 07 Januari 2016

Semata

Majalengka,   5 Juli 2012 M
                        15 Sya’ban 1432 H

menanti apa yang seharusnya tak usah dinanti
berharap apa yang seharusnya tak usah diharapkan
menunggu apa yang seharusnya tak usah ditunggu

segalanya telah diatur oleh yang maha tinggi
apa yang kita lakukan hanyalah wadah untuk
menghasilkan apa yang akan menjadi konsekuensi
dari sebuah substansi yang memungkinkan
terjadi berbagai peluang dari berbagai probabilitas tak wajar

hidup di bumi hanyalah sebuah tempurung kosong
yang tak ada artinya
hanya ada makna yang terkandung di dalamnya
semata

 tak usah hiraukan dunia
ia hanyalah alat yang harus diperalat
bukan alat yang memperalat kita
semata

sedang akhirat adalah tujuan final kita
sebuah hasil dari konsekuensi kesaksian kita
dimulai dari start awal kita tercipta

komplit kah
missing kah
semua ada pada introspeksi kita yang susah payah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar