Majalengka, 5
Juli 2012 M
15
Sya’ban 1432 H
menanti apa yang seharusnya tak usah dinanti
berharap apa yang seharusnya tak usah
diharapkan
menunggu apa yang seharusnya tak usah ditunggu
segalanya telah diatur oleh yang maha tinggi
apa yang kita lakukan hanyalah wadah untuk
menghasilkan apa yang akan menjadi konsekuensi
dari sebuah substansi yang memungkinkan
terjadi berbagai peluang dari berbagai
probabilitas tak wajar
hidup di bumi hanyalah sebuah tempurung kosong
yang tak ada artinya
hanya ada makna yang terkandung di dalamnya
semata
tak usah hiraukan dunia
ia hanyalah alat yang harus diperalat
bukan alat yang memperalat kita
semata
sedang akhirat adalah tujuan final kita
sebuah hasil dari konsekuensi kesaksian kita
dimulai dari start awal kita tercipta
komplit kah
missing kah
semua
ada pada introspeksi kita yang susah payah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar