bulan purnama
datang iringi
kepergian hati
mencoba terangi
setiap jalan yang dilalui
awan hitam
berduyun-duyun
tidak sampai hati
tinggalkan ia sendiri
serpihan-serpihan
mozaik bitang gemintang
di jagad angkasa luar sana
tak ingin tinggal diam
biarkan seorang insan
diperlakukan sewenang-wenang
dan hujan pun turun ke muka bumi
turut berduka atas
hilangnya satu arti
yang lengkapi diri
Cirebon, 17 januari 2009
20 muharram 1430
Tidak ada komentar:
Posting Komentar