Gemericik air dikala pagi hari
Membawa kesan tersendiri
Di ruangan sunyi
Tanda dibuahi
Dengan separuh mimpi
Atap yang dibasahi
Tak luput dari tetesan-tetesan mimpi
Di atasnya ku berdiri
Sembari
Mengangkat sebuah janji
Yang dulu tak dapat ku tepati
Kini telah terbuka lembaran baru
Suasana berubah tanpa arah
Telah punah
Aku hanya bisa duduk
Terdiam
Diri yang dipenuhi api
Hitam tak dapat dipadamkan
Babakan,
27 Oktober 2008
27
Syawal 1429
Tidak ada komentar:
Posting Komentar